Sabtu, 14 Desember 2013

Alunday

Pagi Sabtu kemarin saya awali dengan menempelkan sticker exolitics yang hampir aja tertimbun barang nggak berguna. Dipandang-pandang, jadinya malah keinget OPAB awal november kemarin. Rasanya ingin ngulang lagi. Ada alasan tertentu kenapa saya ingin mengulang kejadian yang sebenarnya menyebalkan itu. Tapi syudahlah~ 
Sabtu kemarin saya bener-bener bosan di rumah. Bete karna praktek ibadah masih berkobar-kobar. Akhirnya saya putusin untuk pergi ke Alun-alun kota ditemani kakak. Udah lama nggak kesana, ternyata ada yang beda. Nggak ada lagi pedagang kaki lima yang biasanya bikin alun-alun tambah terlihat penuh. Okelah wali kota baru ini, tapi....alun-alun tambah membosankan. Mau jajanan pinggiran susah, mau liat-liat barang pinggiran pun susah. Nggak seseru dulu. Untungnya saya dan kakak saya nemu satu pedagang yang saya cari-cari, mamang keripik setan! 

Gini kalo yang nggak punya uang, tapi maksa jalan-jalan. 
Sebelnya lagi, alun-alun sekarang dipenuhi sama satpol PP. Sedih ngeliat orang yang cari uang, tapi malah diusir. Ah, ngemil doang juga jadi nggak nyaman karena si bapak satpol PP ini merhatiin terus.
Karena nggak nyaman, akhirnya kita pergi cari baju. Kebingungan sampai bolak-balik hampir 5 kali. Akhirnya kita nggak beli apa-apa. Saya cuma dapet kacamata aja dan perut yang kekenyangan setelah makan berat di KFC. 
Musim hujan sedikit mengganggu juga. Udah pukul setengah 6, tapi hujan nggak berhenti juga. Akhirnya kita paksakan pulang dan jadinya malah begini: 

Menyedihkan karena kita cuma punya 1 jas hujan. Mau nggak mau saya pake lagi ponco bekas OPAB. Macam pocong merah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar