Minggu, 27 April 2014

Hivi! Gak Jadi Tampil

Jum'at kemarin gue, Lisa, Karin dan Rijal pergi ke event Bandcloth. Iseng-iseng doang sih biar gak ada istilah jomblo ngenes, tapi adanya jomblo asik. Menikmati masa sendiri bareng sahabat-sahabat /alibi/. Baru sampai gerbang, gue merod. Banyak anak-anak punk atau entah apalah yang serem-serem disana. Ngerti, sih, band yang tampil banyak band cowok, sementara alesan gue kesini cuma karena ada Hivi! dan Maliq and d'essential.


Disana panas banget. Gue sama temen-temen udah stay di depan panggung sambil mikir positive, 'kita gak akan mati keinjek cowok-cowok berbaju item itu, kan?'
Udah panas, laper, taunya ada bapak-bapak (crew) bilang ke kita kalau Hivi nggak jadi tampil. "Apaan, sih, gak banget boongnya" pikir gue. Tau-tau, emang nggak jadi karna ada salah teknis di alat band mereka. Plis gue bete. Tapi untungnya Hivi nyamperin kita dan AAAAAAA gue salaman sama Ezra dan dia nanya, "Cape nunggu, ya?" Kata gue "Iya," sambil ngangguk dengan unyunya. PLIS KAMU GANTENG BANGET. 
Ini dia penampakan Hivi!



 
Dea juga cantik banget, Nindyo unyu banget (tapi dia nggak ngewaro gue plis), Ilham minta dipeluk banget.....
Senengnya lagi, Nindyo ngambil kamera gue buat foto Hivi dan HiFriends Bandung. Gue sama Lisa juga bisa foto sama Dea. Nggak apa-apa deh mereka nggak tampil kali ini. Sampe ketemu bulan depan! :)



Trip to Garut

Jadi..., begini ceritanya.
Beberapa waktu ke belakang gue punya cita-cita baru untuk jadi seorang....backpacker. Agak lucu, sih, karna orang letoy kaya gue hobinya cuman keliling mall, cengengesan di cafe, nonton di 21, atau tidur di rumah. Gue mulai trip pertama ke tempat yang deket dulu aja, yaitu garut! 
Hari Jum'at, di awal perjalanan pukul 9 pagi, gue janjian dengan Wil, Karin dan Tika di bunderan Cibiru. Nyatanya disana ada anggota tambahan, yaitu Faisal (pacar wil) dan temennya Yedi yang baru aja balik dari Jogja. Kita pun naik angkot menuju stasiun Kiaracondong. Disana, tau-tau loket untuk tiket menuju Cibatu dibuka jam setengah 12. Okelah, gapapa. Sedihnya, jadwal datangnya kereta itu jam 2, dan faktanya keretanya delay/? Yowis, kita nganggur dulu. Beruntung A Yedi bawa kartu, jadi kita semua main kartu di atas lantai sampai akhirnya diusir satpam. 

Fyi, nyatanya tiket kereta ekonomi kircon-cibatu itu murah banget, ya. Cuma 3.500! (alay gue baru tau). Si kereta ini akhirnya muncul juga kalau nggak salah jam 3 lebih. Langsung deh kita caw!
Gue pikir perjalanan di kereta bakalan melelahkan karena yang namanya biaya murah, kita nggak dapet kursi, tapi kenyataannya orang Indonesia masih banyak yang baik, mempersilahkan kita duduk di pinggiran kursi :') Gak tau berapa lama perjalanannya, yang pasti disitu gue kecapean nunggu dan akhirnya tidur di kereta. 
Tempat tujuan kita adalah Karangpawitan, tepatnya rumah Wil. Gue pikir setelah naik kereta, kita tinggal naik angkot sebentar, eh taunya masih harus naik bus. Kita naik bus dari stasiun Leles sampai terminal kota. Lagi-lagi baiyanya murah, cuma 4.000 aja. Setelah turun dari bus, kita masih harus naik angkot lagi. Habis naik angkot kita naik...., jalan doang, sih. Yap! Kita sampai!
Sebelum kita ke rumah Wil, kita makan baso dulu di depan. Namanya baso Solo. Enak banget, basonya besar dan harga cuma 10.000. Normal. Setelah kenyang, kita pun ke rumah Wil. Disana disambut sama banyak bocah lucu. Tak lupa cemilannya, sih. Berhubung acara makan baso itu rahasia, disana kita dikasih makan lagi. Makan dua kali dalam kurun waktu setengah jam. Ini perbaikan gizi banget. Senangnya menjadi tamu. 
Selesai makan dan ba-bi-bu, kita pindah tempat ke rumah tante Wil yang kebetulan lagi kosong. Meski daerah rumahnya gelap banget dan diantara sawah-sawah, tapi rumahnya asik banget buat ditinggalin kita berempat (cowo-cowo pulang ke rumah masing-masing). Rumahnya mungil, terang, dan pastinya ada TV! Lalu kita pun tepar.

Tetap, "CAFE"
 Hari Sabtu yang menyenangkan. Suasananya beda aja waktu bangun tidur di rumah, sama di sini. Pagi-pagi, gue, Karin dan wil pergi ke depan buat beli cemilan-cemilan buat sarapan. Sarapan gorengan lumayan banget buat nemenin pagi yang indah bersama acara TV kesayangan. Setengah hari kita habisin waktu buat nonton TV. Siang bolong, kita makan berat. Sekitar pukul 3 sore, kita mulai jalan jadi Anak Gaul Garut. 
Wil ngajakin kita pergi ke daerah alun-alun Garut. Wow, nyatanya banyak banget pedagang kaki lima disana. Sialnya, gue gak bisa nahan buat jajan. Gue dan Tika beli Pisang Arab yang ukurannya emang agak jumbo. Karna kenyang, gue buang seperempat pisangnya. Percaya, gue bilang kenyang itu untuk sementara doang. Rasanya kurang asik kalo ke kota orang, tapi nggak nyicip cafe di daerah sana. Akhirnya kita pergi ke Mahkota Cafe.


 
Aihhh, tempatnya cukup asik, ya? Karna kangen sama ceker setan di deket kampus, alhasil gue pesennya ya ceker setan lagi. Nama menunya Gunung Ciburuy Aktif. Ngeri. Plus minumannya Italian Soda rasa Strawberry. Sebelahnya minjem minuman Tika, Lemon Tea.

 
Entah ini tuh backpacker macam apa. Bukannya hemat, malah hambur-hambur uang pake jajan ke cafe. Cafe lagi, cafe lagi. Traveler kali ya cocoknya.

Harus Ada Barbeque!
Kalo lagi inep-inepan bareng temen itu gak lengkap tanpa barbeque-an! Alhamdulillah, adanya ayam ya bakar ayam aja. Cewek-cewek yang nggak ngerti dalam hal bakar-bakaran ini butuh waktu lama buat nyalain arang.

Hiking!
Minggu pagi! Kita siap-siap buat hiking ke Curug Cihanyawar. Beruntung kita kedatangan guide atau kata A Yedi tuh namanya ranger atau apalah -_- Ada Faisal, A Yedi, A Miqdad dan Indra! Konyolnya, mereka semua murid ayah gue T-T
Sebelumnya kita naik angkot dulu menuju Cilawu. Setelah itu, baru kita jalan. Waktu itu kita sedikit telat, jadinya matahari udah nongol. Ditambah nggak pernah olahraga, rasanya kaki gue berat banget. Kita jalan sekitar satu jam entah lebih, tapi hasilnya memuaskan!




Indah kan? Indah kan? Indah kan? Abis main air, kita makan bareng di atas batu sambil sosoan berjemur. 
Ini dia perjalanan pertama gue pake umum bareng temen-temen :"))) Baru-baru ini juga gue terinspirasi sama Adis @takdos yang bisa ke Kualalumpur selama 3 hari cuma dengan uang 74ribu dan ke Manila, Hongkong, Macau selama 10 hari cuma habis 1 juta. GUE JUGA MAU BEGITU, GOD! Ya sih, beda Adis itu bisa irit makan, kalo gue nggak. Tapi semoga suatu saat bisa ke tempat yang lebih jauh dan keren lagi yaaaaa. Semoga bisa kaya Adis. Tapi lebih bagus kalo gue banyak rezeki biar bisa sekalian wisata kuliner juga :3 AMINNNN....


 



Senin, 21 April 2014

Memeluk Siluet Senja

Untukmu yang membuatku mampu merangkai aksara indah. Untukmu yang mampu membuatku lupa diri. Untukmu yang hanya mengizinkan aku untuk memeluk siluet senjamu saja. 
Untuk I,


Kukira kau adalah matahariku
Nyatanya kau tak lebih dari sebuah lampu
Cahaya yang tak abadi, bahkan tak mampu menerangi seluruh ruang hati
Terhunus cemburu, sadar ketika aku tak mendapatkan cahayamu utuh

Aku benci gelap
Ketika tujuanku hilang karena asa
Aku takut senja
Ketika bosan mulai menggerogoti rasa
Aku mendamba terang
Ketika kau biarkan kupu-kupu berterbangan di dada

Aku ingin menjadi aksara abadi yang terukir di hatimu
Setidaknya jadikan aku embun yang menggantung cukup lama di ujung daun
Buat aku lupa bahwa aku bukan satu satunya
Tapi bodoh bila kau beranggapan aku berteman dengan semu
Sadar, aku hanya dapat memelukmu dalam siluet senja

Puisi pertamaku, untuk kamu. 


Selasa, 15 April 2014

Tentang Orang Baru


 

Dia yang lebih dulu mencintaimu, apa dia yang patut kamu perjuangkan?
Aku, sebagai orang yang baru datang di kehidupanmu, benar-benar merasa sakit mendengarnya. Rasanya sakit ketika semua orang menyepelekan perasaanku. Apa waktu adalah jaminan? Mungkin iya, dia jauh lebih lama bersabar dibanding aku dan jauh lebih lama berjuang dibanding aku, tapi apa aku tak pantas untuk diperjuangkan juga? Ah, nyatanya cinta dimata banyak orang itu hanya diukur oleh waktu. 

Jumat, 11 April 2014

Maaf...

Maaf, mungkin kamu terganggu dengan ini semua. Dengan apa yang udah terlanjur keluar dari mulut aku tentang kamu.
Maaf, mungkin memuakkan kalau kamu tau aku membicarakan kamu pada siapa saja, tanpa pandang seberapa dekat orang itu denganku.
Maaf, mungkin aku tidak tau malu, membicarakan kedekatan kita yang nyatanya begitu menyedihkan.
Bodoh memang, sudah sebesar ini, tapi tidak bisa mengatur emosi ketika sedih, senang, atau marah. Rasanya bibir ini tak bisa tetap bungkam jika itu menyangkut tentang kamu.
Lagi-lagi maaf, aku cuma seorang pecundang yang nggak berani bicara maaf secara langsung ke kamu. Cuma seperti ini yang bisa aku lakukan. Bicara melalui tulisan, tanpa menyuruhmu membacanya. 


Rabu, 09 April 2014

Dampak Kalimat Sederhana; Cinta

Pernah mendapat pesan singkat seperti di atas? Bayangkan, ketika isi otak kamu sedang semrawutan karena tugas yang tak kunjung beres sampai hampir dini hari, lalu tiba-tiba saja seseorang yang kamu sukai mengirim pesan singkat seperti di atas. Dalam sekejap otakmu akan menyuruh hati atau mulutmu untuk bicara 'bahagia itu sederhana'. Setelah itu, semua menjadi mudah. Tanpa pusing, tugasmu terselesaikan. Apa sedahsyat itu efek dari kalimat sederhana tapi sulit didapatkan itu?
Faktanya, orang gampang bilang sayang atau cinta. Beberapa orang tega menipu orang dengan kata sederhana yang diagungkan oleh banyaknya manusia, khususnya kaum wanita. Apa si penipu memikirkan bagaimana akibat dari kata ia telah ia ucapkan? Penipuan kecil seperti itu hasilnya luar biasa.
Berikut akibat jika pemberi dan penerima:
1. Jomblo pada Jomblo
2. Berpacar pada Jomblo
Dua point di atas bisa berakibat hal yang cukup nyakitin. Kasian, udah jomblo, tersakiti. Biasanya, si Jomblo ini (apalagi jomblo akut) kalau baru dikasih kata sayang atau cinta bahkan suka, mereka langsung show off pada teman-temannya. Dia nunjukin kalau si gebetannya itu udah takluk dengan dia. Tapi apa yang terjadi kalau akhirnya semua tau kalau itu semua bohong? harapan palsu? Apa yang terjadi bila si yang berpacar tak kunjung mutusin pacarnya, tapi malah makin mesra? Apa kabar muka para jomblo-jomblo itu? Yang parah, sih, apa kabar yang show off-nya udah sampe ke socmed? Mungkin memang salah untuk mereka yang terlalu cepat pamer, tapi untuk penipu, masih punya hati, kan?
3. Jomblo pada yang sudah berpacar
Yang ini sedikit rumit juga. Biasanya, yang sudah berpacar kalau deket sama oranglain dan hasilnya malah jatuh cinta, bila responnya seperti gambar di atas, rasanya si yang berpacar itu bisa dengan cepat mengubah statusnya menjadi 'lajang'. Dengan mudahnya dia putusin pacarnya karena yakin dengan mudah ia dapatkan yang baru. Kalau ternyata si orang baru itu sekedar PHP? Apa kabar? Bisa-bisa si penipu bener-bener diamuk. Hidup dia nggak akan bisa tenang karena si korban biasanya gak akan pernah rela udah dibuat 'harus mengorbankan apa yang seharusnya diperjuangkan'. Tadah! Dia memperjuangkan orang yang salah.
4. Berpacar pada berpacar
Kalian bisa pikir sendiri. 
 So, harap berpikir dua kali kalau mau bilang cinta. Kalau cinta, bilang cinta. Kalau nggak bisa mempertanggung jawabkan kata cintanya, mending nggak usah daripada ujung-ujungnya jadi PHP. Kasian orang-orang yang mudah GR di luar sana.
Bukan curhatan, cuma sedikit pesan.


SKY LANTERN 'AWEU ROMANTIC NIGHT' BY BSI '13


Selasa, 08 April 2014

Bahagia Semu Bersama Kamu

          Memang, tidak ada yang tau masa depan itu seperti apa. Seperti perkenalan aku dan kamu. Kamu ingat dulu? Berhubung kelas kita cukup dekat, aku hapal jelas nama dan wajahmu. Hanya itu, tidak lebih. Kamu ingat saat mataku memperhatikanmu dari atas ke bawah dengan songongnya dan kamu pun melihat sinis padaku. Ingat? Saat itu sahabatku sedang membicarakan kamu. Sejujurnya aku tidak tertarik sama sekali untuk tau apapun tentang kamu, jadi setelah kejadian itu, aku benar-benar tidak ingat lagi tentang kamu.
Hari terus berlalu. Tidak tau tepatnya kapan, tiba tiba kamu datang mengajakku bicara. Saat itu juga aku tau kamu tidak akan macam-macam karena kamu sudah memiliki seseorang disana. Ya, kami berteman.
Aku tidak menyangka perasaan itu terlalu cepat berubah. Ada yang berbeda dengan kamu. Ingat dulu saat aku sering tiba-tiba menghilang di malam hari dan kubilang bahwa aku tidak sengaja tertidur? Aku bohong. Aku hanya malas untuk berlama-lama bicara denganmu. Takut tumbuh rasa pada satu pihak. Kenyataannya sekarang apa? Aku yang lebih dulu jatuh pada rasa itu. Mungkin iya kamu menyukaiku, sekedar suka, tapi berbeda denganku. Aku lebih dari itu.
Suatu hari kamu bilang kalau kamu terlanjur sayang. Apa boleh aku percaya? Mungkin hanya orang bodoh seperti aku yang percaya. Jelas, dari sikapmu saja tak ada yang patut kupercaya. Kamu bingung untuk memilih. Baiklah, mungkin aku terlalu lancang bila menyuruhmu memilih.
Aku, seseorang yang mempunyai gengsi yang begitu besar. Untuk pertama kalinya kubilang kalau aku sangat menyayangi kamu. Kalau saja kamu tau, bicara seperti itu pada kekasih sendiri pun aku tidak pernah. Kamu tau kenapa aku memberanikan diri untuk mengatakan hal memalukan seperti itu? Aku hanya ingin jujur. Bukankah jujur adalah kunci? Kupikir dengan begitu kamu akan mempertimbangkan aku. Ya, aku patut diperjuangkan juga.
Kupikir waktu sudah berlalu cukup lama. Kamu tak juga menghentikanku. Kamu masih menikmati tontonan dimana aku berjuang sendiri, memakan hati yang mungkin telah membusuk.
Rasanya sangat menyedihkan bila ingat dulu. Bukankah kamu yang masuk, mengusik kehidupanku lebih dulu? Kenapa terkesan aku yang salah? Seolah aku yang mengganggu kehidupan kalian dan akulah yang harus pergi.
Kalau saja kamu tau bagaimana sakitnya aku ketika tersadar semua bahagia yang aku rasakan bersama kamu itu hanya semu. Bahagia, tapi tidak bernyawa. Tapi aku bisa apa? Memaksa kamu untuk memilih aku? Bukan sok suci, tapi aku tidak seburuk itu.Kalau saja kamu menyuruhku untuk pergi, aku akan pergi. Tapi saat itu kamu bilang 'kita jalani saja'.
Jalani saja kamu bilang? seharusnya kamu saja yang jalani bersama kekasihmu itu. Jika kalian gagal, kamu tidak perlu khawatir. Ya, sekalipun aku menjauh, kamu tidak akan benar-benar kehilangan aku.
Karena kenyataannya kamu tidak menyuruhku pergi, mau tidak mau aku hanya dapat menikmati rasa bahagia yang selagi bisa aku rasakan bersama kamu, walau semu.