Maaf, mungkin
kamu terganggu dengan ini semua. Dengan apa yang udah terlanjur keluar dari
mulut aku tentang kamu.
Maaf, mungkin
memuakkan kalau kamu tau aku membicarakan kamu pada siapa saja, tanpa pandang
seberapa dekat orang itu denganku.
Maaf, mungkin
aku tidak tau malu, membicarakan kedekatan kita yang nyatanya begitu
menyedihkan.
Bodoh memang,
sudah sebesar ini, tapi tidak bisa mengatur emosi ketika sedih, senang, atau
marah. Rasanya bibir ini tak bisa tetap bungkam jika itu menyangkut tentang
kamu.
Lagi-lagi
maaf, aku cuma seorang pecundang yang nggak berani bicara maaf secara langsung
ke kamu. Cuma seperti ini yang bisa aku lakukan. Bicara melalui tulisan, tanpa
menyuruhmu membacanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar