Jumat, 11 April 2014

Maaf...

Maaf, mungkin kamu terganggu dengan ini semua. Dengan apa yang udah terlanjur keluar dari mulut aku tentang kamu.
Maaf, mungkin memuakkan kalau kamu tau aku membicarakan kamu pada siapa saja, tanpa pandang seberapa dekat orang itu denganku.
Maaf, mungkin aku tidak tau malu, membicarakan kedekatan kita yang nyatanya begitu menyedihkan.
Bodoh memang, sudah sebesar ini, tapi tidak bisa mengatur emosi ketika sedih, senang, atau marah. Rasanya bibir ini tak bisa tetap bungkam jika itu menyangkut tentang kamu.
Lagi-lagi maaf, aku cuma seorang pecundang yang nggak berani bicara maaf secara langsung ke kamu. Cuma seperti ini yang bisa aku lakukan. Bicara melalui tulisan, tanpa menyuruhmu membacanya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar