Untuk I,
Kukira kau adalah matahariku
Nyatanya kau tak lebih dari sebuah lampu
Cahaya yang tak abadi, bahkan tak mampu menerangi
seluruh ruang hati
Terhunus cemburu, sadar ketika aku tak mendapatkan
cahayamu utuh
Aku benci gelap
Ketika tujuanku hilang karena asa
Aku takut senja
Ketika bosan mulai menggerogoti rasa
Aku mendamba terang
Ketika kau biarkan kupu-kupu berterbangan di dada
Aku ingin menjadi aksara abadi yang terukir di
hatimu
Setidaknya jadikan aku embun yang menggantung cukup
lama di ujung daun
Buat aku lupa bahwa aku bukan satu satunya
Tapi bodoh bila kau beranggapan aku berteman dengan
semu
Sadar, aku hanya dapat memelukmu dalam siluet senja
Puisi pertamaku, untuk kamu.
Damn..,
BalasHapusWhat a poetic...,
I LOVE IT.!!,
FABULOUS FABULOUS..,
wkwkw maaciiiih =))
Hapus