Senin, 21 April 2014

Memeluk Siluet Senja

Untukmu yang membuatku mampu merangkai aksara indah. Untukmu yang mampu membuatku lupa diri. Untukmu yang hanya mengizinkan aku untuk memeluk siluet senjamu saja. 
Untuk I,


Kukira kau adalah matahariku
Nyatanya kau tak lebih dari sebuah lampu
Cahaya yang tak abadi, bahkan tak mampu menerangi seluruh ruang hati
Terhunus cemburu, sadar ketika aku tak mendapatkan cahayamu utuh

Aku benci gelap
Ketika tujuanku hilang karena asa
Aku takut senja
Ketika bosan mulai menggerogoti rasa
Aku mendamba terang
Ketika kau biarkan kupu-kupu berterbangan di dada

Aku ingin menjadi aksara abadi yang terukir di hatimu
Setidaknya jadikan aku embun yang menggantung cukup lama di ujung daun
Buat aku lupa bahwa aku bukan satu satunya
Tapi bodoh bila kau beranggapan aku berteman dengan semu
Sadar, aku hanya dapat memelukmu dalam siluet senja

Puisi pertamaku, untuk kamu. 


2 komentar: